“Rul, gue pengen ngurusin badan nih, kasih tau dong caranya ? lu kan instruktur fitness, pasti lu tau caranya ngurusin badan. Gue juga kan pengen kayak perempuan laen, ramping dan cocok pake baju apa aja. Nggak kayak sekarang, boro-boro cocok, nyari yang ngepas di badan aja udah susah !”
“Lu siap komitmen nggak ama saran gue?”
“Gue siap, Rul,”
“Solusinya, lu harus olahraga,”
“Itu sih udah gue kerjain, malah hampir tiap hari gue olahraga. Berenang ama main tenis meja. Tapi tetep nggak ada hasil. Badan gue tetep gini-gini aja,”
“Lu ngejaga pola makan nggak?”
“Mmh…nggak. Itu emang yang paling sulit buat gue karena menurut gue diet itu bikin gue laper dan itu sangat menyakitkan gue. Bagi gue hidup harus diisi dengan sesuatu yang menyenangkan dan diet bukan sesuatu yang menyenangkan buat gue. Gue mau kurus, mau nurunin berat badan, tapi gue pengen tetep menikmati hidup dengan tetap makan yang cukup bukan dengan ngurangin jatah makan gue, “
Begitulah sekelumit pandangan orang pada umumnya jika dihadapkan pada situasi serupa, ingin memiliki bentuk badan yang ideal, ramping, kencang, tidak ada lemak yang menggantung disana-sini dan perut berbentuk kotak-totak (six pack).
Memiliki bentuk badan yang ideal adalah dambaan setiap orang. Selain enak dipandang mata, kita yang memilikinya juga akan merasa nyaman dan penuh percaya diri dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Namun, ketika harus melakukan olahraga sebagai bagian dari proses menuju perubahan itu, sebagian besar kita enggan melakukannya apalagi ditambah dengan diet atau pengaturan pola makan maka yang terjadi adalah mereka lebih memilih tidak melakukan keduanya (olahraga dan diet) dan lebih memilih menggunakan produk pelangsing.
Kecenderungan ini dipengaruhi pola hidup kota metropolitan yang serba instan. Terlebih lagi gencarnya promosi produk ini di media cetak maupun elektronik semakin mempengaruhi pola pikir mereka.
Namun persoalan tidak selesai sampai disitu. Setelah mereka mengkonsumsinya selama beberapa bulan ternyata produk tersebut tidak memberikan hasil yang memuaskan, mereka mulai mencari cara lain seperti liposaction (sedot lemak), akupuntur, slimming care dan lain sebagainya. Tapi hasilnya tetap sama meski pada awalnya nampak berhasil namun tidak berlangsung lama. Tubuh akan kembali ke kondisi semula tidak lama setelah sesi perawatannya selesai. Proses seperti ini akan menjadi sebuah lingkaran setan yang tak akan pernah berakhir.
Kunci dari semua kegagalan itu sebenarnya hanya terletak pada dua kata yang kedua-duanya harus dilakukan dengan konsisten sesuai aturan yaitu berolahraga dan menjaga pola makan (diet).
Jenis olahraga apapun boleh dilakukan dengan catatan sesuai dengan aturan kesehatan yaitu tidak melebihi kapasitas kemampuan kita. Jangan memaksakan diri berolahraga jika kondisi sedang tidak fit atau sedang lelah sepulang kerja. Berolahragalah disaat kondisi kita sedang prima dan jangan lupa usahakan makan makanan yang mengandung karbohidrat 2 jam sebelum berolahraga. Sebelum memulainya, sebaiknya lakukan warming up (pemanasan) terlebih dahulu agar otot-otot kita siap beradaptasi dengan setiap gerakan yang terjadi selama berolahraga.
Menjaga pola makan (diet) bukan berarti mengurangi jatah makan, tetapi sifatnya hanya menbatasi diri dari mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak dan gula. Orang yang melakukan diet justru lebih sering makan dibandingkan dengan orang yang tidak melakukannya. Hal ini disebabkan karena orang yang berdiet menghindari makanan berlemak dan hanya mengkonsumsi makanan rendah kalori dimana makanan jenis ini akan cepat habis dipergunakan tubuh untuk proses metabolisme. Makanan seperti ini sangat dianjurkan bagi pelaku diet karena tidak disimpan dalam tubuh tetapi langsung diubah menjadi energi.
Selain jenis makanannya yang menghindari makanan berlemak dan tinggi kalori, pelaku diet juga harus memperhatikan cara memasaknya. Tidak boleh digoreng tetapi harus direbus atau dibakar. Ini untuk menghindari akumulasi minyak dalam makanan meski makanan itu bukan masuk kategori makanan berlemak. Seperti contoh, singkong, adalah jenis makanan yang mengandung karbohidrat rendah kalori ini jika dimasak dengan cara digoreng maka tidak berbeda dengan makanan berlemak lainnya karena telah memiliki kandungan minyak goreng didalamnya.
Waktu, juga harus jadi perhatian penting pelaku diet.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar