Minggu, 25 Januari 2009

Jumat, 23 Januari 2009

[Valid Atom 1.0]

kampungblog.com

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

KASIH EVA

Hari ini aku janji bertemu dengan Eva, seorang gadis yang kukenal didalam biskota 4 tahun yang lalu. Dulu, diawal perkenalan, aku sempat main ke rumahnya sekali. Saat itu aku mulai menaruh hati padanya. Aku tipikal orang yang mudah suka kepada orang lain yang punya banyak kesamaan denganku. Eva, dari yang aku lihat, ia tipe gadis yang enak diajak bicara apa saja, pengetahuannya cukup luas, supel dan sepertinya penuh pengertian. Dari kesan pertama yang ditampilkannya itulah aku mulai jatuh cinta padanya.
Kunjungan pertamaku ke rumahnya di sambut dengan baik sekali layaknya teman lama. Ia banyak bercerita tentang masa-masa sekolahnya yang ternyata sekolahnya dulu letaknya tidak jauh dari rumahku. Ia juga mulai terbuka secara pribadi. Dibawanya aku menyelami kehidupan keluarganya. Bagaimana keadaan ayahnya yang sakit sakitan dan ibunya yang mati-matian membiayai kuliahnya dengan membuka warung nasi didepan rumah. Ia juga tidak tinggal diam, sepulang kuliah, ia langsung mengajar les privat anak-anak sekitar kompleks perumahannya.
Beberapa hari tak bertemu, aku mulai kangen. Kangen dengan tawa renyahnya dan senyum manisnya. aku lalu meneleponnya untuk memastikan keberadaannya di rumah.
“Hallo, bisa bicara dengan Eva,”
“Iya, saya sendiri, ini siapa ya ?”
“Ini Baron, Va. Mmh…sore ini lo ada di rumah kan? Gue ke rumah lo ya ?”
“Iya, boleh. Gue tunggu ya, kebetulan ada yang mao gue ceritain ke elo,”
“Oke, C.U,”
Sesampainya disana aku melihat pemandangan yang mengharukan. Eva berjalan tertatih dibantu ibunya. Kakinya dibalut perban mulai dari pergelangan sampai ruas jari kaki.
Ia nampak meringis kesakitan tapi di hadapanku ia berusaha tersenyum meski kelihatan aneh. Nyumngis. Senyum sambil meringis.
“Eva keserempet mobil kemaren siang waktu lagi nyebrang di depan pasar,” papar ibunya mendahului pertanyaanku.
“Untungnya yang nabrak nggak lari. Dia mo tanggung jawab. Dia biayain semua pengobatan Eva sampe operasinya,”
Syukurlah. Ternyata tidak separah dugaanku. Meski terkena musibah, ibunya masih bisa berkata beruntung karena yang menabrak tidak lari. Tapi… kalau dipikir-pikir, betul juga apa yang di katakan ibunya. Coba kalau yang menabrak kabur, pasti Eva akan sedih dan menambah beban hidup keluarga dengan membiayai pengobatannya.
“Duduk dulu, nak Baron. Ibu mo ke dalem dulu ambil minuman,”
“Aduh, nggak usah repot-repot, bu. Saya nggak lama kok, kebetulan ada tugas kuliah yang belum diselesaikan. Lagi pula Eva kan perlu banyak istirahat, biar cepat sembuh,” ucapku berkilah. Sebenarnya aku ingin berlama-lama disana. Membincangkan banyak hal sambil menatap keindahan wajahnya yang selalu dihiasi senyum manis itu. Tapi sore itu tidak mungkin ! aku tak tega melihat kondisinya, apa lagi harus berlama-lama bicara, yang ada justru aku akan menambah sakitnya makin parah. Ia hanya perlu istirahat. Membiarkan obat bekerja menyembuhkannya adalah pilihan bijak dibanding kalau aku tetap bertahan di rumahnya. Yang ada justru ia akan merasa terganggu dengan kehadiranku.
“Va, gue pulang dulu, besok gue kesini lagi. Lo istirahat ya, biar cepat sembuh,” Ia tidak menjawab, hanya mengangguk sambil menatapku dalam-dalam. Kali ini tidak ada senyuman yang menghantarkanku sampai ke pintu gerbang rumahnya. Aku maklum, ini bukan saat yang tepat untuk mengharapkan yang satu itu.
Hari-hari berikutnya aku disibukkan dengan tugas kuliah yang makin menumpuk. Aku harus menyelesaikannya secara berkelompok untuk memudahkan penyelesaian. Seperti biasa aku selalu melibatkan Doni, Wanti, Tedjo dan Siska untuk bersama-sama mengerjakannya. Mereka adalah teman-teman dekatku. Kebersamaan kami selama dua tahun terbukti selalu berhasil menyelesaikan setiap tugas perkuliahan dengan baik.
Namun disinilah awal masalahnya. Karena banyaknya tugas, aku jadi lupa dengan Eva, dengan janjiku yang ingin datang kembali menjenguknya. Aku mencoba menghubunginya namun ia selalu tidak ada. Menurut ibunya, ia sudah masuk kuliah. Ia memaksakan diri kuliah karena sedang ada pekan ulangan. Ia tidak mau mengulang karena menurutnya akan menambah biaya yang makin besar. Ia berniat ingin menyelesaikan kuliah secepatnya. Maka itulah, meski sakit, ia masih tetap kuliah.
Hari-hari berikutnya pun aku kembali mencoba menghubunginya lagi. Namun tetap sama, ia tidak ada di rumah. Padahal aku menghubunginya sore hari. Aku menghubunginya saat itu karena aku yakin ia sudah ada dirumah. Tapi ternyata tidak. Adiknya mengatakan kalau Eva sedang tidak ada di rumah. Tidak ada penjelasan ia pergi kemana. Disini aku mulai curiga, jangan-jangan ia sudah tidak mau menemuiku lagi. Tapi apa masalahnya, perasaan aku tidak pernah berbuat salah sama Eva.
Tiba-tiba aku teringat sesuatu. Ya…waktu itu saat aku ingin ke rumahnya Eva sempat mengatakan ada yang mau disampaikannya kepadaku tapi karena waktu itu ia sedang sakit,aku jadi lupa menanyakannya.
“Pantes….waktu itu dia natap gue kayak gitu. Kayak ada yang diarepin dari gue. Dasar bego ! kok bisa-bisanya gue nggak peka ama isyarat Eva ke gue ya? Aduh..Va, maapin gue. Gue bener-bener lupa kalo hari itu ada yang mo elo omongin ke gue. Kalo gitu gue harus ke rumah lo sekarang !”
Sesampai di rumahnya, ternyata ia tidak ada. pergi ke rumah bibinya, kata ibunya.
“Maaf, bu. Saya boleh nanya sesuatu, bu ?” ibunya hanya mengangguk.
“Eva pernah omong sesuatu tentang saya nggak, bu. Soalnya saya ngerasa susah banget ketemu dia. Sepertinya Eva menghindar dari saya. Mudah-mudahan dugaan saya salah, bu.”
Ibunya terdiam sejenak sambil menatapku dalam-dalam.
“Eva itu anaknya tertutup. Meski terlihat ceria, itu hanya untuk menutupi keadaan yang sebenarnya. Ibu juga minta maaf, sebenarnya Eva ada didalam tapi dia nggak mau nemuin kamu. Ibu juga nggak tau masalahnya apa sebab Eva nggak pernah mau cerita. Ibu harap kamu bisa ngerti, nak Baron. “
“Iya, bu. Kalo begitu saya langsung mohon pamit. Sampaikan maaf saya ke Eva dan bilang saya nggak akan ganggu dia lagi, permisi, bu .”

Tu bi kontinyu.....












Mesin Penghasil Uang

Kamis, 22 Januari 2009

OGAH FITNESS, TAKUT BEROTOT ?

Pernyataan diatas adalah pandangan yang secara umum dianut oleh kebanyakan orang di negeri ini. Mereka menghubungkan fitness dengan seseorang / tokoh yang identik dengan olahraga ini seperti Ade Rai. Dalam benak mereka fitness adalah rangkaian olahraga angkat beban dengan menggunakan beban yang berat dan hasil akhirnya badan menjadi besar, kekar dan berotot. Dengan pandangan subyektifnya, mereka telah mempersempit makna fitness itu.
Fitness, jika dilihat dari segi bahasa diartikan sebagai kebugaran. Menurut istilah didalam dunia olahraga fitness adalah olahraga yang menitikberatkan pada pembentukan otot, penguatan tulang dan sendi, peningkatan kerja jantung dan meningkatkan metabolisme tubuh. Fitness merupakan dasar semua cabang olahraga dimana dalam setiap jenis olahraga terdapat dua unsur utama yaitu speed dan power (kecepatan dan kekuatan) dan keduanya memerlukan latihan beban untuk merealisasikannya. Dengan begitu, jika seseorang itu tidak ingin memiliki badan yang kekar dan berotot fokuskan saja latihannya hanya pada latihan penguatan jantung, tulang dan persendian.
Lantas apa yang membedakan antara fitness untuk pembentukan otot dengan fitness yang hanya untuk peningkatan kerja jantung saja ? kuncinya ada pada beban yang digunakan dan nutrisi serta suplemen yang harus dikonsumsinya. Bagi seseorang yang ingin membesarkan ototnya, selain melakukan latihan yang teratur (3-4 kali dalam seminggu) dan berat beban terus ditambah disetiap set latihan (1 jenis latihan memerlukan I set terdiri dari 10 repetisi/pengulangan gerak) juga harus memperhatikan nutrisi dan suplemennya. Idealnya ia harus mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung protein untuk merangsang pertumbuhan ototnya. Sedangkan bagi yang ingin sehat saja (meningkatkan kualitas kerja jantung dan metabolisme tubuh) jenis latihan bebannya menggunakan beban yang ringan. Meski bebannya ringan, latihan ini tetap terasa berat karena dilakukan dengan menggunakan metode latihan yang berbeda dengan latihan untuk pembentukan.
Ada 2 metode latihan yang biasanya digunakan yaitu Super Set dan Dynamic Circuit. Super Set yaitu latihan dengan beban ringan yang gerakannya dilakukan tanpa interval (tanpa istirahat) diantara 2 set latihan. Contoh : Melakukan Bench Press (mengangkat barbell dengan posisi tidur terlentang) sebanyak 3 set ( 1 set terdiri dari 10 repetisi / pengulangan gerak) langsung dilanjutkan dengan dumbell Curl (mengangkat dumbbell dengan satu tangan, tangan yang lain bertumpu pada paha samping dengan posisi berdiri) dilakukan tanpa istirahat. Setelah dua jenis latihan yang dilakukan berurutan itu selesai, baru boleh beristirahat selama kurang lebih 50 detik lalu dilanjutkan lagi dengan jenis latihan yang lain.
Adapun Dynamic Circuit yaitu latihan menggunakan beban ringan dengan gerakan tanpa batas (tanpa dibatasi set dan harus dibimbing oleh personal trainer), tanpa interval dari satu jenis latihan ke jenis latihan yang lain. Contoh : Melakukan Lat Pulldown (menarik katrol ke depan sampai lurus sejajar dengan bahu) selama mungkin menunggu aba-aba dari instruktur (personal trainer) baru berganti dengan deadlift (barbell diletakkan dibahu belakang, kedua tangan memegang sticknya, lakukan gerakan turun sampai lutut membentuk sudut 90° lalu naik kembali ke posisi semula) selama mungkin menunggu instruksi ganti gerakan dan begitu seterusnya tanpa henti.
Untuk memonitor sejauh mana tingkat kemajuan yang diperoleh selama latihan dapat dilakukan dengan cara :
1. mengukur tekanan darah. Ini dapat dilakukan dengan menggunakan alat tensi darah. Tekanan darah idealnya terletak antara 120/80
2. mengukur denyut nadi. Gunanya untuk mengetahui sejauh mana peningkatan kerja jantung. Sebaiknya lakukan pengukuran pada pagi hari setelah bangun tidur dan belum melakukan aktifitas apapun dengan cara meletakkan jari tangan di urat nadi leher atau tangan sebelah kiri lalu hitung denyutnya dalam 1 menit. Kondisi terbaiknya dibawah 60 bpm (beat per minute).
3. Mengukur lemak. Ini juga penting karena banyaknya lemak akan mengganggu sirkulasi darah dan sirkulasi oksigen di dalam tubuh.

Dan terakhir dari saya lakukan latihan yang teratur, manfaatkan waktu istirahat sebaik mungkin, berlatihlah pada kondisi terbaik yang anda miliki dan jangan lupa untuk mengisi perut dahulu 2 jam sebelum latihan. Selamat berlatih ! Ahmad Nasrullah

Minggu, 18 Januari 2009

DIET BIKIN SAKIT , SALAH BESAR, BRO!


“Rul, gue pengen ngurusin badan nih, kasih tau dong caranya ? lu kan instruktur fitness, pasti lu tau caranya ngurusin badan. Gue juga kan pengen kayak perempuan laen, ramping dan cocok pake baju apa aja. Nggak kayak sekarang, boro-boro cocok, nyari yang ngepas di badan aja udah susah !”

“Lu siap komitmen nggak ama saran gue?”

“Gue siap, Rul,”

“Solusinya, lu harus olahraga,”

“Itu sih udah gue kerjain, malah hampir tiap hari gue olahraga. Berenang ama main tenis meja. Tapi tetep nggak ada hasil. Badan gue tetep gini-gini aja,”

“Lu ngejaga pola makan nggak?”

“Mmh…nggak. Itu emang yang paling sulit buat gue karena menurut gue diet itu bikin gue laper dan itu sangat menyakitkan gue. Bagi gue hidup harus diisi dengan sesuatu yang menyenangkan dan diet bukan sesuatu yang menyenangkan buat gue. Gue mau kurus, mau nurunin berat badan, tapi gue pengen tetep menikmati hidup dengan tetap makan yang cukup bukan dengan ngurangin jatah makan gue, “

Begitulah sekelumit pandangan orang pada umumnya jika dihadapkan pada situasi serupa, ingin memiliki bentuk badan yang ideal, ramping, kencang, tidak ada lemak yang menggantung disana-sini dan perut berbentuk kotak-totak (six pack).

Memiliki bentuk badan yang ideal adalah dambaan setiap orang. Selain enak dipandang mata, kita yang memilikinya juga akan merasa nyaman dan penuh percaya diri dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Namun, ketika harus melakukan olahraga sebagai bagian dari proses menuju perubahan itu, sebagian besar kita enggan melakukannya apalagi ditambah dengan diet atau pengaturan pola makan maka yang terjadi adalah mereka lebih memilih tidak melakukan keduanya (olahraga dan diet) dan lebih memilih menggunakan produk pelangsing.

Kecenderungan ini dipengaruhi pola hidup kota metropolitan yang serba instan. Terlebih lagi gencarnya promosi produk ini di media cetak maupun elektronik semakin mempengaruhi pola pikir mereka.

Namun persoalan tidak selesai sampai disitu. Setelah mereka mengkonsumsinya selama beberapa bulan ternyata produk tersebut tidak memberikan hasil yang memuaskan, mereka mulai mencari cara lain seperti liposaction (sedot lemak), akupuntur, slimming care dan lain sebagainya. Tapi hasilnya tetap sama meski pada awalnya nampak berhasil namun tidak berlangsung lama. Tubuh akan kembali ke kondisi semula tidak lama setelah sesi perawatannya selesai. Proses seperti ini akan menjadi sebuah lingkaran setan yang tak akan pernah berakhir.

Kunci dari semua kegagalan itu sebenarnya hanya terletak pada dua kata yang kedua-duanya harus dilakukan dengan konsisten sesuai aturan yaitu berolahraga dan menjaga pola makan (diet).

Jenis olahraga apapun boleh dilakukan dengan catatan sesuai dengan aturan kesehatan yaitu tidak melebihi kapasitas kemampuan kita. Jangan memaksakan diri berolahraga jika kondisi sedang tidak fit atau sedang lelah sepulang kerja. Berolahragalah disaat kondisi kita sedang prima dan jangan lupa usahakan makan makanan yang mengandung karbohidrat 2 jam sebelum berolahraga. Sebelum memulainya, sebaiknya lakukan warming up (pemanasan) terlebih dahulu agar otot-otot kita siap beradaptasi dengan setiap gerakan yang terjadi selama berolahraga.

Menjaga pola makan (diet) bukan berarti mengurangi jatah makan, tetapi sifatnya hanya menbatasi diri dari mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak dan gula. Orang yang melakukan diet justru lebih sering makan dibandingkan dengan orang yang tidak melakukannya. Hal ini disebabkan karena orang yang berdiet menghindari makanan berlemak dan hanya mengkonsumsi makanan rendah kalori dimana makanan jenis ini akan cepat habis dipergunakan tubuh untuk proses metabolisme. Makanan seperti ini sangat dianjurkan bagi pelaku diet karena tidak disimpan dalam tubuh tetapi langsung diubah menjadi energi.

Selain jenis makanannya yang menghindari makanan berlemak dan tinggi kalori, pelaku diet juga harus memperhatikan cara memasaknya. Tidak boleh digoreng tetapi harus direbus atau dibakar. Ini untuk menghindari akumulasi minyak dalam makanan meski makanan itu bukan masuk kategori makanan berlemak. Seperti contoh, singkong, adalah jenis makanan yang mengandung karbohidrat rendah kalori ini jika dimasak dengan cara digoreng maka tidak berbeda dengan makanan berlemak lainnya karena telah memiliki kandungan minyak goreng didalamnya.

Waktu, juga harus jadi perhatian penting pelaku diet.